//
archives

enak

This tag is associated with 9 posts

[RESEP] Cah Kangkung Saus Tiram

Nah kali ini kita akan coba masak cah kangkung, karena gw lagi butuh sayuran dan ga punya waktu banyak, so pilihan jatuh ke Cah Kangkung Saus Tiram :)

bahannya simple banget! :)

Bahannya:

  • 3 ikat kangkung, ambil daun dan batang muda. Cuci, sisihkan
  • 10 butir telur puyuh, rebus, kupas, sisihkan
  • ½ bawang Bombay, potong melingkar, sisihkan
  • 4 siung bawang putih, cincang, sisihkan
  • 3 siun bawang merah, iris tipis, sisihkan
  • 4 biji cabe merah keriting, iris melintang, sisihkan
  • 1 blok kaldu ayam
  • 1 sdm margarin
  • 1 sdt merica halus
  • 2 sdm saus tiram
  • 300 ml air
  • minyak secukupnya
  • garam dan gula secukupnya
  • kecap asin dan manis secukupnya

let’s cook!

  • Tumis bawang putih sampai wangi, masukkan bawang merah, bawang Bombay dan irisan cabe merah keriting
  • Masukkan kangkung, tumis sesaat
  • Masukkan air
  • Masukkan saus tiram, kecap asin, kecap manis, gula, merica dan garam
  • Masukkan telur puyuh dan kaldu blok
  • Masak sesaat hingga meresap
  • Sajikan

ini hasilnya, jelek sih tp enak ko :)

Waktu penyajian ±15 menit cepet kan? :)

Nasi Pecel Kemayoran

Jika Anda bertandang ke Kediri pasti Anda akan menjumpai Nasi Pecel, makanan khas kota Kediri. Saya sendiri sebenarnya penikmat makanan yang dominan sayur, nah, pecel ini akhirnya menjadi makanan paling dicari kalau saya main ke daerah Kediri atau ke Malang (fyi, Malang juga punya pecel yang cukup enak lho!).

Jujur, di Jakarta saya belum sempat menemukan tempat makan pecel yang cukup enak, sampai pada satu hari saya jalan-jalan ke daerah Kemayoran dan voila! Saya menemukan tempat makan pecel yang cukup enak.

Yum Yum!

Warung pecel ini agak terpencil (see map) tapi ramenya, masyaallah! Sampe rebutan tempat duduk! Jadi saran saya kalau kesini jangan pas makan siang.. mending pas sesudah/sebelum makan siang  <– ini saran bodoh, kalo ga sebelum ya sesudah! #nulissendirimarahsendiri

Begitu sampai disini saya langsung pesan satu pecel lengkap dengan mi (optional kok) nah, disamping meja si mbok yang meracik pecel ada satu tempat yang isinya lauk-pauk yang dapat dipilih sebagai teman makan pecel. Jenis lauknya cukup banyak, dari telur dadar sampai sate ati ampela, ada semua. Saya pilih sate ati ampela plus tiga biji gorengan yang baru keluar dari penggorengan!

karena lupa alamat, jadi gambar tangan aja ya? :D

 

Bumbu pecelnya gurih, sayurnya tidak overcooked hanya saja mi gorengnya yang agak njomplang. Di tempat asal saya nasi pecel tidak disajikan dengan mi goreng, hanya pecel dan peyek kacang. Mungkin ini yang mengakibatkan rasa aneh di lidah saya. Gorengannya mantap! Masih panas, bakwannya tidak terlalu kering tidak terlalu lembek, tempe goreng tipis renyah, tahu isinya betul-betul diisi, bukan tahu kopong. Sate ati ampelanya porsi jumbo! Kira2 ada 3 pasang ati ampela di satu tusuk sate ini. :D

Makan siang ini diakhiri dengan es teh manis dan bubur sumsum. Saya pun akhirnya harus membayar “kerusakan” di meja makan ini. Ternyata, harganya sungguh mengejutkan! Satu porsi pecel, 3 gorengan, satu tusuk sate, es teh manis dan bubur sum sum sebagai pencuci mulut diganjar dengan Rp. 14.500!! luar biasa! Recommended!

Pondok Ikan Bakar Kalimantan

“Mau makan di restoran Padang, Bukan berarti harus ke Padang, Cukup ada di sini, Dekat kita  sendiri”

Masih ingat lirik lagu di atas? Yup, lagu dengan judul Semua Ada Di Sini ini sempat ngetop di saat saya masih kecil, saya ingat sekali waktu itu yang menyanyikan adalah Enno Lerian. Ternyata bertahun-tahun kemudian lagu itu menjadi kenyataan.

***

Saya adalah seorang penikmat masakan yang berbahan dasar ikan. Nah, patin adalah salah satu ikan favorit saya. Selain teksturnya yang lembut, mirip lele, durinya yang tidak terlalu banyak dan mudah dipretelin jadi alasan saya memilih ikan ini jadi favorit.

Setiap kali saya ingin menikmati patin yang enak, saya harus menahan diri hingga dinas membawa saya ke bumi Kalimantan. Disini patinnya cukup besar dan tidak berasa lumpur. Namun beberapa saat lalu saya mendapatkan informasi bahwa ada satu RM yang menyajikan kuliner patin khas Kalimantan. Ndak pake lama, Jumat lalu akhirnya saya berhasil mencicipi ikan patin bakar khas Kalimantan di Jakarta.

RM Pondok Ikan Bakar Kalimantan ini terletak di daerah Cimanggis. Cara carinya gampang kok, keluar tol Cimanggis, cari golf Esmeralda, RM nya tidak jauh dari situ. Sajian yang khas disini adalah Ikan Patin Bakar Bambu dan Patin Pedas Manis.

Patin Bakar Bambu ini perlu 3 jam untuk proses memasaknya, nah ada baiknya Anda pesan dulu sebelum datang kesini. Patin ukuran besar disajikan di meja saya, kira-kira bisa untuk 4 orang—2 orang in may case, since we’re no human, we’re eating machine :D —kira-kira 1,5 Kg. Patin ini disajikan masih beralaskan bambu. Cuil sedikit, icipin dan yumm! Rasanya pedas dan ada sedikit asamnya. Jika dipadupadankan dengan nasi panas plus sambal mangga muda, waduh… mertua lewat juga kagak berasa (kata orang Betawi!) patinnya empuk, lemak ikannya gurih banget, bumbunya nendang, saya rela mengeluarkan 100 ribu lebih hanya untuk satu menu ini.

Menu berikutnya, Patin Pedas Manis. Sop ikan ini sekilas mirip dengan sup tom yam khas Thailand, namun minus rasa asamnya. Kuahnya segar dengan rasa pedas dan manis yang kuat dan sedikit aroma rempah, namun entah kenapa daging ikan yang disajikan sedikit terasa kurang…..  kurang banyak maksudnya!  :)

Dicicipi tanpa nasi maupun tanpa nasi sup ikan ini terasa sangat nikmat, daging patin yang memang lembut tera mak telunyur menyusri tenggorokan. Rasanya kok ya ndak perlu dikunyah, tinggal telan aja. :)

RM. Ini recommended bagi Anda yang kangen patin khas Kalimantan.  Yah ngga perlu jauh2 ke Kalimantan, cukup dengan sedikit pengormaban menmpuh jalur macet Cibubur dan voila! Patin Bakar khas Kalimantan! Selamat menikmati :D

Kopi Meulaboh, Ayam Tangkap! Lengkap!!

Oktober lalu akhirnya saya berhasil menjejakkan kaki saya di Serambi Mekah. Perjalanan saya dimulai dari Jakarta menuju Medan yang dilanjutkan dengan pesawat kecil menuju Bandara Tjoet Nyak Dien, Meulaboh.

Di Meulaboh ini lah tempat saya benaung untuk 3 hari ke depan. Namun tak lengkap rasanya kalau jalan-jalan tanpa mencicipi makanan khas daerah.. J kebetulan ini juga perjalanan kantor, jadi menu 3 hari ini adalah all you can eat! Hah!

***

Petualangan kuliner saya dimulai di Medan. Di kota ini saya mencicipi soto, katanya, khas Medan di RM. Sinar Pagi. Soto ini berisi jeroan dengan kuah santan yang kental. Rempah dari soto ini cukup terasa dengan sedikit rasa pala yang sempat menyeruak ketika saya mencicipi seseruput kuahnya.

Jeroan terasa cukup empuk namun hambar. Sepertinya soto ini hanya mengandalkan kuahnya yang kental dan gurih. Menurut saya Soto Tangkar Tanah Tinggi jauh lebih nikmat dibandingkan dengan soto ini.

Petualangan kedua saya bertempat di RM Khas Aceh Rayeuk (Aceh Besar, dalam bahasa Indonesia). Di RM ini saya mencoba masakan yang unik, namanya Ayam Tangkap. Saya pikir sebelum dimasak, mereka harus menangkap ayam dahulu. Ternyata tidak. Ayam Tangkap adalah ayam goreng, yang telah dipotong-potong kecil, digoreng dengan berbagai macam rempah. Dari daun jeruk, sereh, jahe, lengkuas, dll. Nah ayam yang sudah terpotong kecil ini akan dicampur dengan rempah-rempah yang akan disajikan di satu piring besar. Untuk menikmati ayamnya kita harus mencari di tumpukan rempah-rempah tersebut, nah karena itu namanya ayam tangkap! Cukup unik ya? :)

Meulaboh juga terkenal dengan duriannya yang luar biasa, namun sayang saya bukan penggemar durian. Kalau Anda penggemar durian, Anda dijamin tidak akan kecewa! :) Namun, sebagai penggemar kopi, saya sangat bersyukur bisa hadir di kota ini. Kopi Meulaboh adalah salah satu kopi yang menjadi incaran saya selama ini.

Kopi ini dibuat dari biji kopi Sumatra yang terkenal dengan sedikit campuran bunga ganja, yup! Bunga ganja! Kopi dan bunga ganja segar dicampur dan disangrai hingga kering lalu digrill dengan tingkatan yang masih sangat kasar (rata-rata biji kopi hanya terbelah dua). Cara menikmati kopi ini pun cukup unik. Kopi direbus, disajikan bersama dengan ampas dan kita menyisip kopi sekaligus menghirup aromanya. Sekilas mirip cara minum wine ya?

Dan, ya, Aceh merupakan salah satu perjalanan saya yang tidak akan saya lupa. That’s the first time I fly with single engine plane, and the pilot still open the manual to define which button should be pressed!!

Jalan-Jalan, Makan-Makan, Jakarta-Batavia!

Siapa bilang liburan harus ke luar kota, menghabiskan jutaan rupiah untuk tiket dan akomodasi? Jakarta sebetulnya memiliki berbagai macam tujuan wisata yang cukup menarik. Dari wisata belanja, budaya, sejarah hingga wisata kuliner. Nah, kali ini kita akan menyusuri wisata kuliner di kawasan Jakarta Pusat.

Pusat hingar-bingar kota Jakarta ini memiliki segala macam makanan, baik dari kelas bintang lima hingga kaki lima. Perjalanan kuliner kita dimulai dari kawasan Pasar Baru yang sudah berdiri sejak jaman Belanda. Di pasar ini banyak ditawarkan makanan pinggiran, seperti siomay, tahu gejrot, batagor, dll. Namun jika Anda penikmat makanan Cina, silahkan coba Bakmi Gang Kelinci. Coba pesan Bakmi Spesial Gang Kelinci, ini adalah salah satu makanan yang cukup direkomendasikan di rumah makan ini.

Tak jauh dari RM Gang Kelinci—masih di kawasan Pasar Baru—ada penjual es kelapa muda yang bertengger di pertigaan gang utama Pasar Baru. Sang penjual akan dengan senang hati membantu Anda menggelontorkan sisa Bakmi Gang Kelinci dengan segelas es kelapa muda yang segar! Tentunya dengan ganjaran sebesar 3.000 rupiah. Sebagai makanan kecil, Anda tentu dapat mencoba Tahu Gejrot yang banyak dijajakan di depan toko-toko tekstil di Pasar Baru. Tahu Gejrot pasar baru ini memiliki kuah yang khas, segar, pedas sedikit manis dan asam. Amboy…

Sebagai penutup mulut Anda bisa bertandang ke Es Krim Ragusa, depot es krim yang diklaim telah berdiri sejak 1930an ini menyediakan berbagai macam varian es krim yang nikmat. Dari rum raisin hingga tutti frutti. Favorit penulis adalah Rum Raisin Chocolate Ice Cream. Es krim ini menawarkan rasa rum yang cukup kuat dengan taburan kismis yang kenyal dan es krim yang lembut.. luar biasa! Satu porsi es krim dapat ditebus dengan kisaran harga Rp. 20.000an. Sembari menikmati es krim ini Anda tentu dapat memesan berbagai macam makanan ringan yang dijajakan di depan depot es krim ini. Sate Ayam, Asinan, Rujak Juhi dan Otak-Otak. Harga yang ditawarkan juga terbilang murah, dari kisaran Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000.

Lembaran Rp. 100.000 di dompet pun saya yakin akan cukup untuk membiayai wisata kuliner ini, dari awal hingga akhir. Jadi, siapa bilang Jakarta tidak punya tujuan wisata murah?

 

Tahu Campur Suroboyo – Apartemen Kelapa Gading

Pernah ke Surabaya? jika pernah, ada beberapa makanan yang patut dicoba. Selain nikmatnya lontong balap, rujak cingur dan tahu campur layaknya menjadi menu wajib bagi Anda yang ingin bertandang ke kota Pahlawan ini.

Kali ini saya berkesempatan mencicipi nikmatnya tahu campur setelah berbulan-bulan tidak merasakan nikmatnya petis udang.. :)

Tahu campur, sebetulnya khas Lamongan, merupakan sebuah campuran dari tahu, sayur, kikil dan daging-daging jeroan dan tentunya yang khas, petis udang.

Kali ini saya tidak perlu jauh-jauh ke Surabaya untuk mencoba makanan ini. Kebetulan saya tinggal di daerah Kelapa Gading dan ternyata saya menemukan sebuah warung yang menjajakan tahu campur, tahu bumbu dan rujak cingur tak jauh dari rumah saya. Warung ni terletak di pujasera Apartemen Kelapa Gading, tepat di depan Kelapa Gading Club.

Dengan satu lembar uang 10.000 rupiah saya berhasil menebus sepiring tahu campur khas Suroboyo ini. Porsi yang ditawarkan, menurut saya, pas sesuai dengan jenis makanannya. Sebagai info, jika kita makan tahu campur dengan porsi yang tidak pas–terlalu sedikit/terlalu banya–maka kita tidak akan bisa menikmati lezatnya petis yang ada.

Selain porsi yang pas, jeroan yang disajikan pun cukup banyak, jadi ndak rugi lah kalau ditawarkan dengan harga 10.000 rupiah.

Dengan uap yang mengepul, saya pun langsung menyeruput kuah ttahu campur ini, dan yuumm!! luar biasa! sungguh nikmat, saya serasa berada di kampung halaman sembari menikmati tahu campur bersama keluarga saya. [Lebih Mode: ON] Seriously, it tasted great!

Gurih petis udang yang terasa nyata sangat nikmat, meskipun gatal terasa di tenggorokan saya karena saya alergi udang, but for heaven’s sake, rasa gatal ini terbalaskan dengan nikmatnya masakan ini,

Selain kuah yang nikmat dan jeroan yang empuk, toge dan sayur yang disajikan pun masih segar. Kriuss-kriuss kalau orang jawa bilang. Sayur tidak layu dan tekstur sayur masih sangat nyata terasa di gigi ini.

secara keseluruhan, tahu campur ini sangat direkomendasikan! apa lagi hanya dengan 10.000 rupiah, economic value dari masakan ini hampir mendekati sempurna. jika kerupuk yang diberikan cukup banyak. :p

Anda punya rekomendasi tahu campur lain? silahkan berbagi! :)

PS:

Tambah satu porsi kerupuk = Rp. 2.000

Nasi Campur khas Bali

Pekerjaan saya miliki saat ini mewajibkan saya untuk melakukan perjalanan keliling Indonesia, saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan ini karena saya akan menemui makanan khas dari seluruh pelosok Indonesia. What a job :)

Kali ini saya harus mengunjungi Bali, namun kali ini saya berada di Seminyak, bukan di Kuta seperti beberapa saat lalu.

Di tempat ini saya pun kembali mencoba makanan khas daerah sekitar, usut punya usut sebenarnya yang cukup enak di sini adalah Babi Panggang, namun karena konsumsi daging babi dilarang di agama saya maka saya pun mencoba makanan lain. Pilihan akhirnya jatuh ke nasi campur. Pada kunjungan saya kali ini saya mencoba dua nasi campur yakni Warung Made dan RM Wardhani.

Warung Made ini dikunjungi begitu banyak wisatawan asing yang ingin mencoba makanan khas Bali, tempat yang disajikan pun sangat nyaman, dilengkapi dengan taman, butik bahkan Periplus! Luar biasa! Setelah saya tiba di Warung Made, tak lama saya mencoba nasi campur spesial seharga 55.000 rupiah. Tak lama porsi jumbo pun terhidang di meja saya.

Nasi campur ini sebenarnya nasi yang ditambahkan berbagai macam lauk, seperti nasi rames. Nasi campur warung made ini diikuti oleh beberapa lauk, a.l. udang goreng, telur, daging sapi, ayam, sayuran, dan beberapa lauk lainnya.

Setelah saya cicipi, rasa yang disajjikan tidak seberapa nikmat, malah terasa hambar. Namun sambal yang disajikan sangat pedas. Saya sendiri tidak merekomendasikan menu ini di Warung Made.

Keesokan harinya saya mencari nasi campur yang lebih enak lagi, maka perjalanan saya ini membawa saya ke RM Wardhani, tempatnya sendiri saya tidak tahu, yang pasti njelimet dan saya menyerahkan nasib saya ke supir yang mengantarkan saya. :P

Nasi campur akhirnya kembali terhidang dengan lauk yang tak seberapa beda. Awalnya saya pesimis, karena bentuk yang sama saya pikir rasanya juga akan sama. Namun salah besar, rasa yang dikeluarkan dari lauk yang ada sangat keras dan sangat beragam dari satu lauk ke lauk yang lain. Luar biasa. Sambal yang disajikan pun tidak lah terlalu pedas, sangat pas! Ditemani denga kerupuk dari biota laut yang saya bahkan tidak tahu nama dan bentuknya nasi campur ioni pun terasa lebih nikmat. Saya pun bisa pulang dengan rasa tenang karena telah mendapatkan apa yang saya inginkan.

Jika Anda telah sampai di Bali, coba tanya ke orang sekitar dimana RM Wardhani di daerah Seminyak, mungkin mereka paham. Jangan lupa catat arah perjalanan Anda agar Anda bisa kembali lagi kesana! Jangan ulangi kesalah yang sama, layakanya yang telah saya lakukan. :)

Anda ada pilihan lain untuk nasi campur? Berbagilah di sini…

 

PS:

ini tips yang bisa saya share, mungkin membantu mungkin tidak, namun kalau Anda ingin cari makanan  di Bali, coba cari warung dengan wisatawan asing yang tak banyak. Kenapa? pertama lebih murah, kedua bumbu yang disajikan juga lebih ‘berani’ karena lidah para wisatawan asing berbeda dengan kita yang biasa makan dengan rempah-rempah yang sangat ‘berasa’. Hope it helps. :)

Sate Maranggi – Purwakarta

Perjalanan dinas saya kali ini membawa saya ke salah satu bendungan yang cukup besar, Jatiluhur, Purwakarta. Kali ini selain mendapat kesempatan untuk menikmati track sepeda yang masih segar dan sangat mulus saya juga berkesempatan untuk  menikmati makanan khas yang ada di Purwakarta.

Sebelum saya berangkat, banyak rekomendasi dari kawan-kawan saya untuk mencoba Sate Maranggi, salah satu sate yang cukup terkenal di daerah Purwakarta. Maka, tak banyak pikir, sepulang bermain sepeda, saya pun mencoba untuk mencari keberadaan Sate Maranggi ini. Rumah makan ini sangat mudah untuk ditemui, terletak di Jalan Raya Cibungur, Purwakarta, rumah makan ini tepat ada di sebelah kanan jalan. Jadi kalau Anda menuju arah Jakarta, jangan masuk tol, gunakan jalur lama dari arah Bandung ke Jakarta dan selalu waspada sebelah kanan jalan Anda. Rumah makan ini juga sangat mudah ditemui dan sangat ramai.

Tanpa ba-bi-bu, pertanyaan standar pun terlontar, “Yang khas rumah makan sini apa mbak?”, Tanya saya ke si pelayan. Sate Kambing, Sate Sapi dan Sop Dengkul pun akhirnya jadi pilihan saya atas rekomendasi si Mbak. Tak sampai 15 menit, makanan saya sudah tersaji di meja makan. Yang pertama saya coba adalah Sop Dengkul, dan slluurrpp… luar biasa rasanya! Segar, gurih dan sagat nikmat (saya tidak menambahkan campuran apapun ke sop ini, dan saya menyarankan demikian) kikil dan tulang muda yang disajikan pun sangat empuk. Tak perlu usaha susah payah untuk mengunyah.

Cukup puas dengan Sop ini saya mencoba sate kambing—yang konon sangat enak—dan sekali lagi saya merasakan kesempurnaan. Selain daging kambing, sate ini juga menyematkan beberapa potong hati yang semakin meningkatkan rasa nikmat, dan sate ini tanpa lemak. What a meal! :)

Yang menarik dari sate ini adalah sambal yang disajikan telah dicampur dengan irisan tomat dan sedikit bumbu kacang, kecap akan disediakan di meja dan kita bisa dengan bebas mencampur bumbu ini. Jika Anda tidak terlalu suka pedas, saya sarankan tidak mencampur semua sambal dengan kecap. It’s very hot!

Tiba pada menu terakhir, saya agak pesimis dengan sate sapi yang disajikan, karena menurut saya agak susah mengolah sapi dengan potongan yang agak tebal dan dibakar. Kadang-kadang daging masih a lot atau kurang matang, tapi ternyata SALAH! Dagingnya empuk, bumbu sangat meresap dan tanpa lemak! Again I feel free to eat now… *liat perut buncit*

Tiba pada bagian yang kurang menyenangkan dari prosesi makan-minum ini: membayar. Untuk 15 sate sapi, 5 sate kambing, 1 porsi Sop Dengkul, 3 Teh panas dan 3 Nasi timbel, saya diganjar dengan nominal 57.000 rupiah!! Luar biasa murah!

Saya pun pulang dengan tersenyum puas dan mulai memikirkan kapan saya akan kembali ke tempat ini….

Bagaimana dengan Anda? Sudah pernah mencoba?

Ikan Nila Pak Ugi

Well, ini tulisan saya setelah beberapa lama absen dari dunia review-me review makanan. Maklum saya kan karyawan jadi nulis juga angot-angotan, kalo ga sibuk aja. Berhubung lagi banyak event jadi saya….. bentar, kenapa gw curhat ya?!  :)

Ok, langsung aja. Setelah ribuan [LEBIH MODE: ACTIVATED] kali saya melewati tempat makan ini, akhirnya saya mempunyai kesempatan untuk menikmati lezatnya Ikan Nila Pak Ugi!! Yay!!

Beberapa kawan di kantor sempat, dengan senang hati, memberikan testimony yang positif tentang tempat ini, ditambah dengan kondisi tempat yang selalu penuh sesak dengan pengunjung membuat saya makin penasaran dengan rasa yang disajikan.

Malam itu pun langsung saya belokkan vespa tua saya ke rumah makan Pak Ugi, kerang saus padang, ikan nila kering dan es teh tawar pun menjadi pilihan saya malam itu. Tak lama kemudia hadirlah sajian dewa tersebut, dan tak salah lagi! Semua enak!

Yang pertama, kerang saus padang yang disajikan cukup banyak, dan kualitas kerang yang cukup bagus—masih kenyal dan ga amis—namun ada catatan dari kerang saus padang ini, yakni too oily! Rasa pedas dan gurih yang pas sayangnya harus diimbangi dengan minyak yang cukup banyak. Sebetulnya saya sendiri bukan pecinta minyak goreng, tapi kalau Anda suka nyemil atau minum minyak goreng mungkin menu ini bisa jadi pilhan Anda. :P

Lepas dengan kerang saus padang, Ikan Nila kering menjadi sasaran berikutnya. Ukuran nila adalah sedang, digoreng kering dengan teman sambal dan sayur segar sebagai side dish. Potekan pertama dari ekor ikan nila ini begitu crunchy! Menyenangkan! Rasa gurih yang ada juga mampu membangkitkan selera makan.

Tak lama, saya cocol potekan daging ikan nila tersebut dengan sambal yang telah disediakan dan, YUUUMM!! Pedasnya pas! Sungguh nikmat! Keringat pun segera mengalir dari dahi ini menemani semakin menipisnya supply nasi di piring saya. :)

Alhamdullilah, prosesi ini pun ditebus dengan harga yang masuk akal. Uang Rp. 50.000 yang saya serahkan ke kasir dikembalikan dengan lembar sepuluh ribuan yang bisa untuk bayar parkir.

Btw, tempatnya cukup bersih ko meskipun di pinggir jalan (bukan warung tenda).

Place: Jl. Kelapa Gading Boulevard Blok FX 1 No.1, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, kalau dari arah MKG ada di sebelah kiri jalan. Sebelum apartemen. Selamat berkuliner!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 336 other followers

My Twitter!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 336 other followers