//
archives

aceh

This tag is associated with 2 posts

Jelajah Serambi Mekah

image

Mie Aceh khas.... Aceh

image

Ini Ule Kareeng, Segini cuma 15K

Mumpung sempet, akhirnya gw samperin juga nih serambi Mekah. Sapa tahu besok2 gw segera naik haji, amin sodara2? Amiinn….

Nah ya, karena uda di Aceh ada baiknya kita sekaliah jelajah rasa. Dari mulai kopi (ya iyalah!) Sampe makanan khasnya. Enuf wif mie Aceh! I want sumthin’ else. You’d better get me one then..

Tapi ya, karena gw tamu akhirnya gw nurut ama tuan rumah. Begitu landing gw uda nyerocos soal kopi aceh, nah setelah browsing kanan-kiri dapetlah gw kopi yg khas. Ulee Kareng namanya. Entah nama Ulee Kareng ini asalnya dari mana..  Dari sini guys..

Setelah mengendarai mobil kududuk di muka, di samping pak supir yang mengendali mobil supaya baik jalannya, pak supir berhenti di satu cafe (baca:warung) namanya Solong. Disini si supir dengan semena2 pesen kopi Ulee Kareng, Mie Kuah dan Telur. Fyi ini masih skitar jam 10/11 pagi. Jadi kl gw menggendut ini bukan salah gw! Salahin pak supir!

Kopinya encer, mungkin krn grinding level yg msh agak coarse dan brewing methode nya pk (secara teoritis sama dengan) paper filter brewing + coffee dip. Jd encer, ga pekat, tp cita rasanya tetep strong meskipun gak over brew.

Nah kalo mie nya ya standar mi Acrh sih cuma ini ekstra telur goreng dan telur setengah mateng aja. Rasanya pedes, panas, dan mie nya kenyal ga over cooked. Tekniknya jago lha. Tapi kalo rasa gw sih prefer mie aceh yg ada di Jakarta, lebih brasa gitu kayanya.. coba pake rumput aceh pasti lebih yahud! :D

Ah, nanti awak update lah petualangan awak di Aceh. Macam mana ini di tengah hutan malah mengarang bebas macam gini. Pening lah kepala awak ni…

Aceh,
14 Desember 2011

Teuku Umar Didin

Kopi Meulaboh, Ayam Tangkap! Lengkap!!

Oktober lalu akhirnya saya berhasil menjejakkan kaki saya di Serambi Mekah. Perjalanan saya dimulai dari Jakarta menuju Medan yang dilanjutkan dengan pesawat kecil menuju Bandara Tjoet Nyak Dien, Meulaboh.

Di Meulaboh ini lah tempat saya benaung untuk 3 hari ke depan. Namun tak lengkap rasanya kalau jalan-jalan tanpa mencicipi makanan khas daerah.. J kebetulan ini juga perjalanan kantor, jadi menu 3 hari ini adalah all you can eat! Hah!

***

Petualangan kuliner saya dimulai di Medan. Di kota ini saya mencicipi soto, katanya, khas Medan di RM. Sinar Pagi. Soto ini berisi jeroan dengan kuah santan yang kental. Rempah dari soto ini cukup terasa dengan sedikit rasa pala yang sempat menyeruak ketika saya mencicipi seseruput kuahnya.

Jeroan terasa cukup empuk namun hambar. Sepertinya soto ini hanya mengandalkan kuahnya yang kental dan gurih. Menurut saya Soto Tangkar Tanah Tinggi jauh lebih nikmat dibandingkan dengan soto ini.

Petualangan kedua saya bertempat di RM Khas Aceh Rayeuk (Aceh Besar, dalam bahasa Indonesia). Di RM ini saya mencoba masakan yang unik, namanya Ayam Tangkap. Saya pikir sebelum dimasak, mereka harus menangkap ayam dahulu. Ternyata tidak. Ayam Tangkap adalah ayam goreng, yang telah dipotong-potong kecil, digoreng dengan berbagai macam rempah. Dari daun jeruk, sereh, jahe, lengkuas, dll. Nah ayam yang sudah terpotong kecil ini akan dicampur dengan rempah-rempah yang akan disajikan di satu piring besar. Untuk menikmati ayamnya kita harus mencari di tumpukan rempah-rempah tersebut, nah karena itu namanya ayam tangkap! Cukup unik ya? :)

Meulaboh juga terkenal dengan duriannya yang luar biasa, namun sayang saya bukan penggemar durian. Kalau Anda penggemar durian, Anda dijamin tidak akan kecewa! :) Namun, sebagai penggemar kopi, saya sangat bersyukur bisa hadir di kota ini. Kopi Meulaboh adalah salah satu kopi yang menjadi incaran saya selama ini.

Kopi ini dibuat dari biji kopi Sumatra yang terkenal dengan sedikit campuran bunga ganja, yup! Bunga ganja! Kopi dan bunga ganja segar dicampur dan disangrai hingga kering lalu digrill dengan tingkatan yang masih sangat kasar (rata-rata biji kopi hanya terbelah dua). Cara menikmati kopi ini pun cukup unik. Kopi direbus, disajikan bersama dengan ampas dan kita menyisip kopi sekaligus menghirup aromanya. Sekilas mirip cara minum wine ya?

Dan, ya, Aceh merupakan salah satu perjalanan saya yang tidak akan saya lupa. That’s the first time I fly with single engine plane, and the pilot still open the manual to define which button should be pressed!!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 336 other followers

My Twitter!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 336 other followers